Setelah
Jalan jalan, Udin, memasuki pelataran sebuah rumah makan. Dia
kelaparan. Dilihatnya masih ada satu tempat yang kosong, langsung dia
menghampiri pelayan untuk memesan makanan. Beberapa menit kemudian
pesanan pun datang dan tanpa menunggu lama dia langsung menyantap
hidangan. Lagi asyiknya makan, datanglah seorang cewek cantik. Wajahnya
oriental, Pakai celana pendek. Karena semua tempat penuh, cewek itu lalu
bergabung semeja dengan Udin. Jadi, satu meja dua tempat duduk. Udin
terpana melihat kecantikan cewek itu, sampai-sampai dia menunda
santapannya. Entah kenapa, tiba-tiba Udin tersadar dan dengan reflek dia
menutup mulutnya pakai kedua belah tangannya. Si cewek yang melihat
tingkah aneh Udin lantas bertanya,
Ce : "Mas, kenapa nggak makan. Panas dalam ya?".
Udin : (Geleng-geleng kepala).
Ce : "Susah buang air ya?".
Udin : (Tetap geleng-geleng kepala).
Ce : "Mas pasti sariawan. Bibirnya pecah-pecah ya?".
Udin : (Sambil membuka kedua belah tangannnya dari mulutnya), ”Iya, pecahnya besar sekali".
Rupanya bibir Udin sumbing.
Ce : "Mas, kenapa nggak makan. Panas dalam ya?".
Udin : (Geleng-geleng kepala).
Ce : "Susah buang air ya?".
Udin : (Tetap geleng-geleng kepala).
Ce : "Mas pasti sariawan. Bibirnya pecah-pecah ya?".
Udin : (Sambil membuka kedua belah tangannnya dari mulutnya), ”Iya, pecahnya besar sekali".
Rupanya bibir Udin sumbing.
Doni
dan Tono adalah sahabat sejati, keduanya baru saja di karuniai seorang
anak. dan pada suatu saat meraka bertemu terjadilah percakapan berikut.
Doni : No, anak lo namanya siapa?
Tono : Azis, ambil dari Al-quran tuh
Doni : anak gue namanya juga ambil dari Al-quran
Tono : siapa?
Doni : Saitonirojim
#tibatibahening
Doni : No, anak lo namanya siapa?
Tono : Azis, ambil dari Al-quran tuh
Doni : anak gue namanya juga ambil dari Al-quran
Tono : siapa?
Doni : Saitonirojim
#tibatibahening
Cerita humor lucu - Beda Keyakinan😰
Budi,
seorang pemuda yang setelah sekian lama hidup sendiri menemukan Lina
kekasih pujaan hatinya, tapi pernikahan mereka tidak berlangsung lama
karena perbedaan keyakinan. Amir yang merupakan sahabat Budi
mempertanyakan perihal penyebab perpisahan mereka.
Amir: “Kenapa sob sampai kalian bercerai, apa masalahnya?”
Budi: “Kita berbeda keyakinan mir, aku ngga tahan lagi.”
Amir: “Bukannya kalian seagama?”
Budi: “Memang sob…”
Amir: “Lantas kenapa sampai bercerai karena perbedaan keyakinan?!”
Budi: “Selama ini aku selalu yakin bahwa aku ini ganteng, tapi Lina tidak bisa menerima keyakinanku itu dan selalu mempermasalahkannya.”
Amir: "…"
Amir: “Kenapa sob sampai kalian bercerai, apa masalahnya?”
Budi: “Kita berbeda keyakinan mir, aku ngga tahan lagi.”
Amir: “Bukannya kalian seagama?”
Budi: “Memang sob…”
Amir: “Lantas kenapa sampai bercerai karena perbedaan keyakinan?!”
Budi: “Selama ini aku selalu yakin bahwa aku ini ganteng, tapi Lina tidak bisa menerima keyakinanku itu dan selalu mempermasalahkannya.”
Amir: "…"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar